- Detik...menit...jam...hari...minggu...bulan...tahun
- semua ini adalah perjalanan waktu
- Hari kemarin....hanya menjadi kemarin
- Hari ini .....ya hari ini
- Hari esok adalah bayang-bayang
- Demi masa depan anak-anak titipan Mu
- ku harus tetap melangkah dengan ketertatihan
- atas segala ketentuan
- yang harus tetap berjalan
- Selamat tinggal hari kemarin,
- ku harus tetap melangkah dihari ini,
- walau hari esok hanya bayang-bayang
- Ya Robb ampuni kami yang masih lalai atas perintahMu
- Yang hanya tahu baca tulis tanpa pengetahuan
- yang hanya bisa menghiba tanpa usaha
- yang hanya melangkah tanpa jera
- Hanya karunia dan nikmatMu jua
- yang menguatkan kaki
- yang mengeraskan hati
- yang mencoba berfikir jernih
- berusaha tak menyakiti
- walau perilaku tak disenangi
- semua kulakukan
- tuk sahabat-sahabatku
- tuk handai tolanku
- tuk keturunanku
- tuk lingkungan pergaulanku
- tuk menjaga hati dari kekeliruan
- yang mungkin telah kujalani
- Ya Robb ampuni hambaMu ini
- atas segala khilaf dan salah
- yang mengakibatkan sesal dihati
- tuk tetap melangkah pergi
- dari segala kekeliruan yang ada kini
- Smoga hari esok lebih baik dari hari kemarin
Pagi ini udara cerah tanpa hujan, walau mendung menggayut diatas sana
Pagi ini ku kenang sesuatu yang memberi warna
dalam hidupku beberapa tahun yang lalu
Kan kutapaki kaki ini tuk terus melangkah dan melangkah lagi
Menuju hari esok yang tetap menjadi bayang-bayang semu
Yah itulah dunia yang penuh dengan cerita
Langkah ini selalu tuk mencintai MU YA ROBBI
TakdirMU smoga berbuah kebaikan di dunia maupun diakhirat kelak
Bimbing kami Ya Robb, juga untuk orang-orang yang begitu dekat dihati
Sehinga kami selalu mengingatMU, ditiap desah nafasku
Ya Robbi kuatkan kami sekeluarga
tuk tetap berada dijalan yang lurus
dan selalu bersyukur atas nikmat MU
karena KAU lah penyejuk iman kami
dan penentu akhir dari suatu kehidupan dunia
Salawat dan Salam ku panjatkan tuk jujungan kami
karena cinta nya kepada kami
hingga air mata mengalir disaat malaikat datang menjemput
Ya Rosulallah, engkaulah Kekasih Alloh yang sejati
setiap cerita tentang mu membuatku merindu
tuk bertemu dengan mu
Ya Robbi Engkau lah penolong kami
kuatkan hati dan kaki ini
dari gelombang kehidupan dunia yang fana
hingga kelak disaat kami kembali
(read more ...)
Malam semakin kelam
rembulan tak nampak di langit yang hitam
rintik hujan baru saja berlalu
sehingga dingin mencekam kurasakan dalam kelambu biru Mu
Wahai pemilik Jagat Raya ini
Do�a teriring dalam sejuk hati pemberian Mu ini
Rasa Syukur selalu kupanjatkan untuk segala apa yang Kau beri
Nikmat Mu tak akan pernah tertandingi
Ya Robb...
Dalam malam senyap ini
Kutitipkan salam Fatihah tuk Jujungan Kami
Dan juga tuk semua umat yang selalu ingin berbagi
Dengan ikhlas kepada kami
Ya Robb...
Engkau lah penunjuk jalan yang sesungguhnya jalan kebenaran
pelihara lah kami tuk selalu menyebut Asma mu
ditiap sela waktu yang berlalu
Ya Robb...
Terlalu banyak nikmat yang datang
Ingatkan aku bila langkah ku salah akan segala yang Kau beri
sehingga kami selalu kembali
dijalan atas ketentuan Mu....Ya Lillahi Robbi
(read more ...)Siapapun yang pernah mendengar Ku,
biarkan bersiap menghampiri KU,
Siapapun yang menginginkan KU,
biarkan mencari KU,
Ia akan temukan diri KU,
lalu biarkan ia tak memilih siapapun selain Aku.
Yang tak tahu, dan tak tahu bahwa ia tak tahu,
adalah seorang pandir, Jauhi ia.
Yang tak tahu dan tahu bahwa ia tahu,
adalah seorang anak-anak. Ajari dia.
Yang tahu, dan tak tahu bahwa ia tahu,
adalah seorang yang terlelap. Bangunkan ia.
Dan yang tahu, dan tahu bahwa ia tahu,
adalah seorang bijak. Ikuti ia.
(read more ...)Poligami, wah cerita bagus atau cerita jelek ya
Poligami........., dulu ada berita yang sangat mengesankan tentang da’i kondang A’a Gym yang menikah tuk kedua kalinya karena beliau menghindari hal-hal yang akan menilai sisi negatif sebagai da’i dari perbuatan yang menjerumuskannya ke ruang perzinaan.
Sehingga pernikahannya tersebar dilayar kaca, dan tuk meyakinkan khalayak ramai bahwa dia mampu berpoligami dengan izin istri tercintanya teh Ninih, dilayar kaca pun terpampang bahwa dia mampu berdampingan dengan kedua istrinya didepan khalayak ramai.
Tetapi apa yang terjadi setelah itu, tak ada yang tau rahasia kehidupan tiap-tiap insan dimuka bumi ini, karena segala ketentuan itu datangnya dari Allah SWT, urusan bisnisnya ternyata memperlihatkan betapa besarnya ujian datang kedalam kehidupan Da’i kondang itu, dengan cemooh dari ibu-ibu yang bernama wanita yang tersakiti oleh satu orang laki-laki yang dahulu menjadi cerminan, sedangkan teh Ninih dilayar kaca terlihat bahagia karena dia dapat berbagi dengan wanita lain tuk meraih kasih sayang suami tercinta.
Adakah yang tahu isi hati wanita tegar itu, dapatkah dia menerima kehidupan dengan laki-laki yang telah membagi hatinya dengan wanita lain, walau hatinya hanya diberi satu oleh yang Maha Pemberi. Karena hati nya satu bila terbagi, berarti harus terpotong, dari potongan hati yang hidup pastilah akan mengalir cairan darah pengorbanan, dapatkah hati yang terluka itu akan mengering dari tetesan darah penderitaan.
Ternyata ada cerita lain yang memberikan keyakinan bahwa hati tidak dapat terbagi, kesan-kesan yang tidak meng-enakan telinga dengan berita-berita kurang baik dari hubungan kekeluarga diantara kedua wanita, mulai menampakkan bahwa seadil-adilnya perlakuan yang diberikan seorang laki-laki, ternyata akan menimbulkan kecemburuan dan juga menimbulkan perpecahan yang lebih tajam dengan adanya berita (katanya sih fitnah) bahwa tidak selamanya membuat nyaman suatu kehidupan wanita yang telah dipoligami, karena pernikahan yang didasari dengan CINTA SEJATI yang dialirkan sang Maha Pencipta kepada Teh Ninih untuk suaminya telah ternodai.
Ibunda Lutfiah Sungkar pun ikut bicara mengenai gosip tak sedap belakangan ini tentang pemberitaan keutuhan keluarga Teh Ninih dengan A’a Gym, bahwa kini Da’i kondang sedang mendapatkan ujian yang berat lagi saat ini, ini adalah cerminan kehidupan sebuah keluarga yang penuh ujian. Bisa kah beliau lulus dari ujian yang berat ini.
Hari ini penulis membaca artikel Psikologi dari harian kompas berjudul Hilangnya Hidup Tenang, juga menceritakan mengenai kehidupan beberapa keluarga yang berpoligami, seorang ibu yang terpaksa bertahan tuk tidak bercerai karena ia tidak mempunyai pekerjaan, karena kebutuhan keluarga hanya menunggu jatah bulanan, dan ada juga yang tidak ingin dipoligami segera membuat gugat cerai sebelum suami berpoligami. Tetapi ada juga cerita seorang ayah yang sering mengalami konflik batin, hidup tak tenang, hidup penuh dengan kegelisahan, biasanya lelaki yang berpoligami hidup dalam kebohongan, secara tidak langsung dia menyakiti hati kedua wanita yang dinikahi.
Akhirnya kita harus lebih banyak belajar lagi mengenai kehidupan berpoligami, bila kita melihat kisah Nabi dan Rosul Allah SWT, Nabi Ibrahim AS menikah dengan Siti Hajar karena beliau tidak mempunyai keturunan dengan Sarah, dan untuk menghilangkan kecemburuan Sarah, Siti Hajar dan putra nya Nabi Ismail AS diajak berhijrah dari tempat yang jauh, dari Sarah, Siti Hajar sadar bahwa dia harus berjuang tuk kepentingan dirinya dan putra kesayangannya, sendirian di tanah tandus dengan mengharapkan pertolongan hanya kepada Allah SWT.
Karena dulu tidak ada hand phone tuk mengadu kepada Nabi Ibrahim AS. Kalau sekarang sudah tau suami ada di istri yang tua, dengan beralasan kangen, beralasan bahwa yang dihubungi adalah suaminya juga dan berhak tuk tetap berkomunikasi dengan suami maka ditelpon lah, disms lah sehingga mengganggu ketenangan hati suami dikala sedang mencurahkan kasih sayang.
Nabi Muhammad SAW, menikah dengan Siti Aisyah, setelah Khadijah meninggal dunia, begitu pun dengan perkawinan Nabi yang berikutnya bukan bermaksud tuk sesuatu yang sangat pribadi untuk kepentingan dirinya sendiri tapi tuk kemaslahatan kehidupan wanita-wanita yang dinikahinya.
Ternyata canggihnya alat komunikasi dimasa-sama sekarang ini sangat sulit tuk menyembunyikan diri dari segala sesuatu yang ada dalam kehidupan setiap manusia, mudah2an berita (yang disebut gosip ini) tentang kehidupan Da’i kondang kita tidak menjerumus kejurang perceraian, semoga Teh Ninih lebih banyak lagi diberikan Ketegaran oleh Sang Pemilik Hati Insani, sehingga dibalik itu semua Teh Ninih akan menjadi Ibu Tercinta kami yang selalu tersenyum dikala memberikan Tausiahnya di Geger Kalong, Bandung ku tercinta.
(read more ...)


